Simalungun, Sumut,
Fokus24.id-Janter Situmorang disebut sebut sebagai pemasok meubiler bangku dan meja untuk sekolah negeri di Kabupaten Simalungun yang baru baru ini didistribusikan, dituding tidak berkordinasi dengan atasannya,

"Kalau dia berkordinasi tidak mungkin ribut seperti ini. Becek lapangan karena ulahnya. Kadis Pendidikan pun tidak tahu dia bermain meubiler" Ujar pria bertubuh tegap disalah satu warung kopi, Sabtu (21/05/2022) sekira jam 09.30 WIB.

Diungkapkannya, tempat usaha Janter Situmorang membuat bangku dan meja berada di Kecamatan Tiga Dolok,

"Gudang dan bengkel perabotnya disana, Kecamatan Tiga Dolok." Ungkapnya.

Untuk harga satu set bangku dan meja, ia mengatakan dibandrol Rp270 ribu, dengan rincian 1 buah meja Rp150 ribu, 2 buah bangku Rp120 ribu,

"Kurang lebih begitulah rincian harga satuan Bangku dan meja. Tapi kalau kualitasnya diragukan, karena kayunya seperti pohon kelapa" Bebernya.

Sebelumnya, dagangan yang dipasok ke sekolah-sekolah negeri di Kabupaten Simalungun tak hanya spanduk, foto Bupati dan Wakil Bupati, album raport, buku serta kemeja batik.

"Meubiler kayak meja dan bangku juga ada yang sudah dipasok sebelum libur lebaran itu," ungkap seorang kepala sekolah melalui seluler, Rabu (18/05/2022) sekira jam 15.59 WIB.

Salah satu sekolah yang sudah membeli dikatakan, SD Negeri Model 091522 Marubun yang berada di Jalan Siantar-Tanah Jawa, Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa.

"Kepala sekolahnya, Rahman Sahrul Panjaitan. Itulah salah satu sekolah yang sudah membeli. Kalau tidak salah, 1 set itu, 12 meja dan 24 bangku. Karena kan, 1 meja itu untuk dua murid. Jadi, bangkunya pun 2," kata kepala sekolah tersebut.

Sementara, sebagai pemasok meja dan bangku, disebut Kepala Bidang Pendidikan dan Tenaga Kependidikan pada Dinas Pendidikan Simalungun, Janter Situmorang.

"Kabid PTK pemasoknya. Kalau 1 set itu harganya 10 juta. Semua berdagang. Makanya, kepala-kepala sekolah sekarang ini sebenarnya sudah mengeluh. Tapi takut," sebut kepala sekolah dari salah satu kecamatan tersebut.

Kepala SD Negeri Model 091522 Marubun, Rahman Sahrul Panjaitan tidak ada di kantornya ketika akan dikonfirmasi, Kamis (19/05/2022) sekira jam 11.30 WIB.

"Gak ada. Lagi rapat," ucap dua guru mengaku boru Girsang dan marga Nainggolan.

Disinggung mengenai meja dan bangku. Kedua guru tersebut membenarkan ada. "Itu di dalam perpustakaan.

"Sebelum lebaran itu dimasukan," ucap kedua guru yang seorang memakai batik.

Ditanya siapa pemasok meja dan bangku tersebut? Kedua guru itu mengaku tidak tau.

"Gak pernah kami campuri. Besoklah kalian datang," ucap guru tersebut.

Sedangkan, operator yang mengaku bermarga Lingga bersama seorang guru bermarga Sinaga dan berpakaian biasa saat ditemui di perpustakaan membenarkan meja serta bangku tersebut baru dipasok.

"Itu beli sendiri. Bukan dipesan," ucap operator.

Ditanya dibeli dari mana? Operator tersebut justru mengaku tidak tau. "Gak tau," elaknya sembari kembali bersandar ke bangku yang diduduki dan bermain scater.

Terpisah, Kabid PTK, Janter Situmorang melalui pesan singkat, Kamis (19/05/2022) sekira jam 19.35 WIB menyampaikan, Pak kalau bpk mau konfir, datang ke ktr pak, saya ada di ktr. "Supaya jelas di jawab pak, saya gak sulit kok di jumpai," balasnya.

Sebelumnya, mantan Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Jorlang Hataran tersebut mengaku sedang sibuk. "Banyak tamu," ucapnya melalui seluler, Kamis (19/05/2022) sekira jam 12.04 WIB.

Ditanya mengenai meja dan bangku, apakah benar sebagai pemasok ke sekolah-sekolah di Tanah Jawa? Janter mengatakan, nantilah pak.

"Ini banyak kali guru P3K," katanya tanpa kembali memberikan penjelasan untuk perimbangan berita.